SHARE YOUR MUSIC

Rabu, 10 Juni 2009

Mancing dilaut Tanjung Kait


Perjalanan kali ini berisi tentang mancing laut dari tanjung kait dan juga ada kutipan tentang teknik memancing dilaut. Kami berangkat dari Daan Mogot – Jakarta Barat jam 04.30 pada tanggal 07-06-2009 dengan 5 orang personel yang menaiki motor.
Peralanan lancar-lancar saja, tapi saat melewati daerah mauk – tanggerang jalan sangat tidak bersahabat, jalan yang rusak dan berlubang serta debu-debu yang dihempas truk dan bus sangat menyesakan dada. Perjalanan kita lewati selama 1 jam.Saat sampai ditanjung kait jam 05.30 kami istirahat sejenak dan makan mie rebus di warung pak kumis, sekalian tanya-tanya tentang harga kapal, setelah nego harga yang pantas menurut kami yaitu Rp.500.000 dari pagi sampai sore belum termasuk umpan Udang yang harganya Rp.38.000/Kg.




”biasanya yang mancing disini hanya kerumpon2 yang sudah disediakan ditengah pantai
yang ongkosnya Rp.35.000/orang untuk diantar Pergi-Pulang, waktu mancingnya bebas sekuatnya saja dan jika ingin
pulang atau mau beli rokok / kopi tinggal hub no telp pak kumis agar dijemput kerumpon tersebut” kata pak kumis.
Setelah sarapa
n dan persiapkan peralatan tempur (mancing) kami berangkat ke spot pertama yaitu pinggiran pulau lancang, ternyata kami hanya bisa mancing dikarenakan tali jangkar yang kurang panjang, alhasil saat kami turunkan kail ikan yang naik kekapal adalah ikan2 karang saja, seperti kerapu, ikan krisi dan ikan karang lain yang ukurannya tidak lebih besar dari telapak tangan orang dewasa. Tak terasa hari mulai panas jam menunjuk jam 13.00 siang kami pun meminta sang kapten menuju pulau terdekat untuk makan siang, kami bersandar di pulau lancang untuk membeli makan siang dan minuman dingin.
Setelah makan dan istirahat kami menuju spot berikutnya yaitu ke pinggiran pantai pulau bokor, seperti spot pertama karena memancing dekat karang-karangan ikan yang kami dapat pun ikan-ikan karang.

Sore hari menjelang, kira2 jam 05.00an kami memutuskan untuk mengakhiri mancing ini, walaupun yang kami dapat hanya ikan-ikan kecil untuk ukuran pemula kami sangat senang sekali, saat menuju pulang terkejut saya saat melihat gerombolan 3 ekor lumba-lumba naik kepermukaan air, terus terang saja baru kali ini melihat ikan lumba-lumba dilaut lepas seperti ini.perjalanan pulang cukup tenang kalena dibantu ombak yang memang mengarah kepantai tanjung kait.
Jam 18.30 kami sampai ditanjung kait, istirahat sebentar sambil minum kopi dan membungkus ikan hasil tangkapan dan sesaat kemudian kami pulang setelah membayar sewa kapal yang kami gunakan.
Perjalanan kami ini menambah sedikit ilmu tentang dunia mancing yang masih ingin kami terus lakukan sambil mencoba spot-spot lainnya yang ada dinusantara tercinta ini.
Maju terus dunia permancingan indonesia.

TEKNIK-TEKNIK MEMANCING DILAUT

MANCING DASAR ( Bottom Fishing ) - yang biasanya ikan yang didapat adalah Kakap Merah, Kuwe, Kerapu, dan beberapa ikan dasar lainnya. Terkadang Tenggiri dan Barracuda juga dapat dipancing dengan cara ini.

KONCER (LIVE BAIT) - cara ini sedikit unik, tanpa menggunakan timah/ pemberat, jadi kenur utama dipasang kili-kili peniti, kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kawat nikelin sepanjang 10cm. Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup seperti : selar, tembang, layang, como, kembung, sangir, bahkan baby barracuda.
Umpan hidup dibiarkan berenang menjauhi kapal, menuju lokasi yang paling akurat, sambil menunggu ikan pamangsa, seperti Tenggiri dan Barracuda menyambar umpan hidup tadi.
Terkadang digunakan pula balon, yang berguna agar ikan tidak berenang ke bawah, sehingga ikan selalu berada di permukaan (1-2m dari permukaan).

TONDA (TROLLING) - dengan umpan buatan seperti rapala, king getter, spoon, dsb - ditarikkapal dengan kecepatan 5-7 knot. Jarak umpan dari kapal sekitar 20-50m tergantung dari umpannya.
Cara ini kurang efektif bila digunakan di daerah Kep. Seribu yang tidak banyak ikan palagis diatas 10 kg.

CASTING - biasanya dilakukan dari pinggiran laut, sepeti dermaga, batuan, bahkan diatas kapal yang sedang berhenti / jalan dengan pelan. Umpan yang digunakan biasanya tiruan, dengan berat sekitar 7-20gram. Caranya adalah umpan dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan cepat. Dan hal ini dilakukan berulang-ulang sampai ikan menyambar maupun sampai tangan pegel !

JIGGING - POPPING - tehnik ini biasanya sih digunakan di daerah Bali, dan banyak dilakukan oleh orang asing, seperti Jepang dan Korea. Tidak ada salahnya anda mencoba di Kep. Seribu. Keduanya hampir sama caranya, adalah dengan mengayunkan umpan tiruan, maupun menggulung reel dengan cepat, kemudian berhenti dan menggulungnya lagi. Kesemuanya bertujuan agar umpan tiruan tersebut mirip ikan umpan alami, sehingga ikan mau menyambar..
semoga bermanfaat

Salam



Pemandu-pariwisata.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar